Wisata Alam

Pancor Kopong

Pancor Kopong (sering juga dikenal sebagai Kawasan Wisata Air Dewi Anjani) adalah destinasi andalan di Masbagik Utara yang sukses memadukan pesona alam pedesaan dengan kearifan lokal dalam pengelolaan tata air, menawarkan sensasi rekreasi yang menyegarkan di tengah hamparan sawah hijau yang luas. Daya tarik utama tempat ini terletak pada keberadaan air terjun bertingkat yang sejatinya merupakan bendungan irigasi peninggalan Belanda yang dipoles menjadi wahana bermain air yang cantik, lengkap dengan ikon patung Dewi Anjani menuangkan air dari kendi yang menjadi landmark khas kawasan ini. Suasananya sangat kental dengan hawa sejuk persawahan dan kejernihan air yang mengalir langsung dari mata air Rinjani, menjadikan Pancor Kopong pilihan favorit bagi keluarga yang ingin berenang, berburu foto instagenic, atau sekadar menikmati wisata kuliner hidangan khas Lombok di berugak-berugak (gazebo) yang berjejer rapi di tepian aliran sungai.

View

Air terjun melebar layaknya tirai air yang terbentuk dari aliran bendungan irigasi yang jatuh ke bebatuan sungai di bawahnya, dihiasi oleh patung ikonik wanita (Dewi Anjani) di tengahnya, semua itu membingkai latar belakang sawah terasering yang menghijau dan pohon kelapa yang menjulang tinggi khas pedesaan tropis.

Tips Perjalanan

Karena Pancor Kopong merupakan wisata alam terbuka yang berada di tengah area persawahan, waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada pagi hari sebelum matahari menyengat atau pada sore hari saat suasana menjadi lebih sejuk dan romantis dengan cahaya senja, menghindari terik matahari siang bolong yang bisa membuat aktivitas berenang menjadi kurang nyaman. Bagi Anda yang ingin bermain air khususnya di bawah guyuran air terjun, wajib ekstra berhati-hati karena pijakan bebatuan sungai dan lantai bendungan seringkali ditumbuhi lumut halus yang sangat licin, sehingga penggunaan sandal karet anti-selip sangat disarankan untuk menghindari risiko terpeleset. Jangan lupa melengkapi kunjungan Anda dengan mencicipi kuliner lokal legendaris yang banyak tersedia di warung-warung sekitar lokasi, seperti Sate Bulayak dan Pelecing Kangkung, yang rasanya akan jauh lebih nikmat saat disantap di pinggir sawah setelah puas kedinginan bermain air.

Motor,Mobil

Rp 3.000 – Rp 5.000 per orang.

Tiket Masuk

★★★
★★★

Akses Transportasi

★★★

Parkir

Motor: Rp 2.000 – Rp 5.000, Mobil: Rp 5.000 – Rp 10.000.

Status

Wisata Aktif

Waktu
Senin - Minggu

Lokasi
Desa Masbagik Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.